Pakan Ikan

Kebutuhan Pakan Ikan per Hari: Rumus dan Kalkulator

Hitung dosis pakan lele, nila, gurame, atau patin berdasarkan jumlah ikan hidup dan bobot rata-ratanya. Hasil langsung menunjukkan kebutuhan setiap pemberian sampai estimasi satu bulan.

Oleh Adit · Diterbitkan 29 Agustus 2026 · 7 menit baca
Penting: gunakan jumlah ikan yang diperkirakan masih hidup saat ini. Memakai jumlah awal tebar tanpa memperhitungkan kematian dapat membuat dosis pakan terlalu tinggi.
Gratis · Tanpa daftar

Kalkulator Kebutuhan Pakan Ikan

Isi bobot ikan untuk melihat saran feeding rate awal.

Rumus Kebutuhan Pakan Ikan per Hari

Perhitungan dimulai dari biomassa, yaitu total berat seluruh ikan yang masih hidup di kolam.

1. Biomassa

Jumlah ikan × bobot rata-rata ÷ 1.000

2. Pakan harian

Biomassa × feeding rate ÷ 100

Karena itu, sampling bobot dan pencatatan kematian sangat penting. Dosis berdasarkan data tebar lama akan makin meleset ketika ikan tumbuh atau jumlahnya berkurang.

Berapa Feeding Rate yang Dipakai?

Ikan kecil umumnya membutuhkan persentase pakan lebih besar karena metabolisme dan pertumbuhannya lebih cepat. Ketika ukuran membesar, persentasenya biasanya diturunkan.

Jenis ikanUkuranTitik awal
Lele< 5 g / 5-50 g / > 50 g5% / 4% / 3%
Nila< 10 g / 10-100 g / > 100 g5% / 3% / 2%
Gurame< 50 g / 50-200 g / > 200 g4% / 3% / 2%
Patin< 20 g / 20-200 g / > 200 g4% / 3% / 2%

Angka pada tabel adalah titik awal praktis, bukan dosis mutlak. Sistem budidaya, suhu, oksigen terlarut, kualitas pakan, kesehatan ikan, dan target pertumbuhan dapat mengubah kebutuhan aktual.

Contoh: Pakan Lele 1.000 Ekor

Misalnya terdapat 1.000 ekor lele hidup dengan bobot rata-rata 100 gram. Biomassanya adalah 100 kg. Jika feeding rate yang dipakai 3%, kebutuhan pakannya sekitar 3 kg per hari.

Jika pakan diberikan tiga kali, dosis awalnya sekitar 1 kg setiap pemberian. Dalam 30 hari dibutuhkan sekitar 90 kg, sebelum penyesuaian dari hasil sampling berikutnya.

Cara Menerapkan Hasil agar Tidak Boros

  1. Sampling bobot secara berkala. Hitung ulang biomassa setelah ikan bertambah besar.
  2. Perbarui jumlah ikan hidup. Catat mortalitas agar pakan tidak dihitung untuk ikan yang sudah tidak ada.
  3. Bagi dosis harian. Gunakan hasil “sekali pemberian” sebagai titik awal, bukan jumlah yang harus dihabiskan apa pun kondisinya.
  4. Amati respons makan. Kurangi dosis jika pakan tersisa, ikan kehilangan nafsu makan, atau kualitas air menurun.
  5. Catat pakan dan pertumbuhan. Di akhir siklus, masukkan datanya ke Kalkulator FCR PPBIB.

Pertanyaan Umum

Apakah harus memakai jumlah awal tebar?

Jangan. Gunakan perkiraan jumlah ikan yang masih hidup saat ini supaya dosis tidak berlebihan.

Seberapa sering bobot ikan perlu disampling?

Lakukan secara berkala sesuai kecepatan pertumbuhan dan sistem budidaya. Tujuannya memperbarui biomassa sebelum perbedaan bobot membuat dosis pakan meleset terlalu jauh.

Apakah feeding rate tinggi membuat ikan lebih cepat besar?

Tidak selalu. Pakan yang melebihi kemampuan makan dan cerna dapat menjadi sisa, memperburuk air, dan menaikkan FCR.

Dosis Sudah Tepat, tetapi Biaya Pakan Masih Tinggi?

PPBIB mengajarkan cara menyusun pakan mandiri dan mengukur hasilnya, bukan sekadar mengurangi jumlah pakan.